Rabu, 28 Desember 2016

Kekurangan dan kelebihan Rangka Atap Baja ringan

Plus Minus Rangka Atap Baja Ringan


Pernahkah, atap rumah Anda berulangkali bocor meski telah berulangkali diperbaiki? Sangat mungkin, penyebabnya adalah konstruksi kuda-kuda atap yang tidak kokoh atau keropos dimakan rayap. Akibatnya, air hujan merembes melalui celah-celah genteng. Tak mau terus-menerus diteror oleh masalah seperti ini? Mengganti rangka atap dari kayu dengan rangka atap baja ringan mungkin jawaban yang tepat.

Jika Anda perhatikan, saat ini memang makin banyak hunian yang menggunakan baja ringan untuk rangka atap. Di Indonesia, rangka atap baja ringan sejatinya bukan barang baru. Ia sudah ada sejak 1995, namun baru booming pada tahun 2000-an. Hal ini juga diakui oleh Ir Yuyu Yusran.

Menurut dia, rangka atap baja ringan kini bagaikan primadona. Alasannya dibandingkan kuda-kuda kayu, rangka atap baja ringan lebih kuat, praktis, irit desain, harga lebih murah dan mudah perawatannya. Kondisi ini sangat tepat di saat pemerintah sedang aktif memberantas pembalakan liar (illegal logging). Kehadiran rangka baja dapat membantu pemerintah menjaga kelestarian hutan. Selain itu, harga kayu pun makin mahal, sehingga banyak orang mulai melirik rangka atap baja ringan. ''Kalau melihat asalnya dari Australia, rangka atap baja ringan ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan atau kelangkaan kayu. Pemakaian ini sangat tepat untuk atap rumah di perkotaan. Selain itu, harganya lebih murah daripada membuat konstruksi atap dari kayu,'' jelas Yuyu.

Soal kekuatan, rangka atap baja ringan tak perlu disangsikan. ''Bahannya terbuat dari campuran aluminium dengan zinc yang diproses sedemikian rupa sehingga kuat menyangga atap dari bahan apapun,'' ujar lulusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Jika dibandingkan dengan kekuatan kayu, bisa sama kuat. Hanya saja, kayunya harus berkualitas sangat bagus. ''Jika dibandingkan dengan kayu jenis biasa, kekuatan rangka baja ringan jauh lebih kuat. Ketahanannya bisa mencapai 15 tahun.''

Dari sisi desain, rangka atap baja ringan lebih irit dibandingkan kayu. Sebab, material baja seragam, sehingga faktor-faktor yang tidak pasti bisa dihilangkan.

Keunggulan lainnya, lanjut Yuyu, pemasangan rangka atap baja sangat praktis. Tinggal menyambungkan setiap ujung-ujung baja dengan baut. Rangka atap baja ini juga tidak perlu lagi dicat, karena tahan karat.

Lebih aman
Dibanding kayu, rangka atap baja ringan juga lebih aman. Begitu penilaian Ibnu Mas'ud, marketing perusahaan rangka atap baja ringan PT Arta Emas Abadi. Baja, menurut Ibnu, memiliki elastisitas yang tinggi sehingga tidak akan langsung patah ambruk jika suatu kali terjadi gempa.

Saat terjadi kebakaran pun tidak akan hancur dilumat api. Ini berbeda dengan rangka dari kayu yang justru akan memperbesar api jika terjadi kebakaran.

''Bukan berarti baja tahan api. Minimal, kalau terjadi kebakaran tidak akan memperbesar api. Rangka tidak akan langsung jatuh, masih tetap kokoh. Hanya baja-baja yang rusak yang diganti, tidak perlu seluruhnya,'' papar Ibnu.
Dari sekian banyak keunggulan, rangka atap baja tentu memiliki kelemahan. Menurut Yuyu, kelemahannya hanya satu yaitu pemasangan. Rangka atap baja ringan tidak bisa dipasang oleh sembarang orang. Hanya orang-orang terlatih yang bisa melakukannya. Hal ini karena struktur rangka baja telah dihitung secara tiga dimensi menjadi satu kesatuan. Andaikan ada satu saja pemasangan yang tidak tepat akan melemahkan struktur lainnya.
''Pemasangan harus hati-hati dan dilakukan oleh orang yang ahli. Kalau pemasangan dilakukan dengan tepat, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Rangka akan kuat, genteng pun tertata rapi dan indah. Penghuni pun akan nyaman,'' papar Yuyu.

Harganya? Cukup bervariasi. ''Harga tergantung dari ukuran. Dan biasanya, harga sudah satu paket dengan pemasangan dan pengiriman,'' kata Ibnu. Sekadar gambaran, rangka baja ringan jenis zinc aluminium ukuran 0,80 mm ditawarkan Rp 140 ribu per meter persegi (bentuk atap pelana/biasa), sedangkan untuk atap bentuk jurai (limas) Rp 145 ribu per meter persegi. Bagaimana, cukup terjangkau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar